Bahan PA, Pdt. Boy di JBZ (Jumat, 4 April 2025) Renungan untuk Ibadah Rumah Tangga
Teks: Ayub 3: 1-26
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pernah mengeluh?
Mengeluh adalah ungkapan ketidakpuasan, kesedihan, atau kekecewaan terhadap suatu keadaanyang dianggap tidak menyenangkan atau sulit.Mengeluh bisa berupa kata-kata, ekspresi wajah, atau sikap tubuh yang menunjukkan ketidaknyamanan seseorang terhadap suatu situasi.Mengeluh dapat terjadi dalam berbagai aspekkehidupan, seperti masalah kesehatan, keuangan, pekerjaan, hubungan sosial, atau bahkan hal-halkecil dalam kehidupan sehari-hari. Dalam RumahTangga sapa yang paling banyak mengeluh?
Ss, Tidak semua keluhan itu buruk. Dalam beberapa kasus, ada keluhan yang bermanfaat:
➢ Sebagai bentuk komunikasi – Mengeluh bisamenjadi cara untuk menyampaikanketidaknyamanan atau masalah agar bisaditemukan solusi. (ex: isteri mengeluh kepada suami)
➢ Sebagai bentuk pelepasan emosi – Kadang-kadang mengeluh bisa membantu seseorangmerasa lega setelah mencurahkan isi hatinya.(ex: curhat antar sesama bestie/sahabat)
➢ Mendorong perubahan – Mengeluh terhadapketidakadilan atau pelayanan yang buruk bisamendorong perbaikan dalam sistem atau situasitertentu. (ex: anak buah mengeluh ke boss)
Ss, bacaan kita mengisahkan tentang keluh kesahAyub. Mengapa Ayub mengeluh dan berkeluhkesah?
Dalam perikop sebelumnya kita mendapati situasidimana Ayub mengalami beberapa hal buruk dalamhidupnya, yakni:
1) Kehilangan Semua yang Berharga dalamHidupnya
a. Ayub kehilangan seluruh hartanya dalamsekejap akibat serangan orang Kasdimdan Syeba serta bencana alam (Ayub1:13-17).
b. Semua anaknya meninggal akibat rumahyang roboh diterjang angin kencang(Ayub 1:18-19).
2) Menderita penyakit yang menyakitkan
a. Ayub mengalami penyakit kulit yang sangat parah, membuatnya duduk di atasabu sambil menggaruk tubuhnya denganpecahan beling (Ayub 2:7-8).
3) Merasa ditolak dan tidak dipahami
a. Istrinya menyarankan agar ia mengutukiAllah dan mati saja (Ayub 2:9).
b. Sahabat-sahabatnya yang datang seolahingin menghibur, justru menambahpenderitaannya dengan tuduhan bahwa iapasti berbuat dosa (Ayub 4-5).
4) Tidak mengerti mengapa ia mengalamipenderitaan ini
a. Sebagai orang benar yang selalu hiduptakut akan Tuhan (Ayub 1:1), Ayub tidakmengerti mengapa ia harus mengalamipenderitaan ini.
Ss, dalam Ayub pasal 3 ini, kita dapat melihat 3 halutama yang menjadi keluh kesah Ayub:
1) Ayub mengutuki hari kelahirannya (Ayub3:1-10)
• Ayub merasa bahwa lebih baik ia tidak pernahdilahirkan daripada hidup dalam penderitaan.
• Ia berharap agar hari kelahirannya tidak pernahterjadi (“Biarlah hari kelahiranku hilanglenyap, dan malam waktu aku dikandungjangan ada sukacita padanya!” – Ayub 3:3).
• Ia menginginkan agar kegelapan menutupi hariitu dan Allah tidak memberkatinya.
2) Ayub bertanya mengapa ia tidak mati saatdilahirkan (Ayub 3:11-19)
• Ia berandai-andai bahwa seandainya ia mati saatlahir, ia tidak akan mengalami penderitaan ini.
• Ia merasa bahwa kuburan lebih baik karena di sana ia akan beristirahat dengan tenangbersama para raja dan pembesar yang sudahmeninggal.
• Dalam pikirannya, orang mati memilikikedamaian, sedangkan ia yang hidup justrumenderita.
3) Ayub bertanya mengapa hidup diberikankepada orang yang menderita (Ayub 3:20-26)
• Ayub mempertanyakan mengapa Tuhan masihmemberikan kehidupan kepada orang yang dalam kesusahan besar.
• Ia menggambarkan penderitaannya sebagaiseseorang yang sangat ingin mati tetapi tidakbisa mati (“Mengapa terang diberikan kepadaorang yang bersusah-susah, dan hidup kepadaorang yang pedih hati?” – Ayub 3:20).
• Ia merasa bahwa kehidupannya dipenuhi denganketakutan, kegelisahan, dan tidak adaketenangan sama sekali.
Ss, dari keluh kesah Ayub, kita belajar beberapa hal:
1) Orang benarpun bisa mengalamipenderitaan
o Ayub adalah seorang yang saleh dan takutakan Tuhan (Ayub 1:1), tetapi ia tetapmengalami penderitaan yang luar biasa.
o Hal ini mengajarkan bahwa penderitaanbukan selalu akibat dosa, tetapi bisamenjadi bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar.
2) Keluh kesah adalah respons manusiawiterhadap penderitaan
o Ayub tidak menyalahkan Tuhan secaralangsung, tetapi ia mengungkapkankepedihannya dengan jujur.
o Ini menunjukkan bahwa mengungkapkankesedihan kepada Tuhan bukanlah dosa, tetapi bentuk kejujuran dalam hubungankita dengan-Nya.
3) Penderitaan membuat kita kehilanganharapan
o Ayub yang sebelumnya penuh iman kinimerasa putus asa.
o Ini mengingatkan kita bahwa dalampenderitaan berat, kita harus tetapberpegang pada Tuhan meskipun kitatidak memahami alasan penderitaan itu.
4) Pentingnya memahami orang yang sedangmenderita
o Teman-teman Ayub datang tetapi justrumembuatnya semakin menderita dengantuduhan-tuduhan mereka.
o Ini mengajarkan kita untuk lebih berempatidan mendengarkan dengan kasih saat adaorang yang sedang mengalami kesulitanbukan menghakiminya.
Ss, saya tidak tahu seberapa besar penderitaan yang sedang kita alami dan hadapi, namun belajar darikisah Ayub ini maka ingatlah bahwa penderitaan ituadalah “ujian iman” bagi kita untuk semakinmendekat, tetap berharap dan bergantungsepenuhnya pada kedaulatan Tuhan. Ingatlah bahwapenderitaan (ujian iman) bisa dialami oleh siapa saja, baik orang benar maupun orang jahat. Mazmur11:5“TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, danIa membenci orang yang mencintai kekerasan.”
Ss, dalam penderitaan yang Ayub alami, dia justru“curhat” dengan Tuhan, dia tidak menyalahkanTuhan atas apa yang dialami. Bagaimana dengankita?
Ss, di minggu-minggu sengsara ini kita juga diajakuntuk merenungkan penderitaan Yesus, Dia yang tidak berdosa justru rela menderita sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. 2 Korintus5:21
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nyamenjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kitadibenarkan oleh Allah.”
Yesus sendiri tidak berdosa, tetapi Dia relamenanggung dosa manusia agar kita bisa menerimakeselamatan. Karena itu, bersyukurlah jika kita adadalam penderitaan sebab kita telah turut merasakanpenderitaan Kristus. Yakobus 1:2-3 “Anggaplahsebagai suatu kebahagiaan, saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagaipencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadapimanmu itu menghasilkan ketekunan.”
Pertanyaan diskusi:
1. Hal-hal apa saja yang membuat kita seringmengeluh?
2. Bagaimana cara kita melewati penderitaan yang kita alami?
Komentar Anda?